Saat itu sudah setengah jalan dari masa Kerja Lapangan (KL) selama sebulan yang harus aku laksanakan sebagai syarat perkuliahanku. Hari sudah sore dan hujan ketika aku naik angkot untuk pulang ke kos setelah mengesol sepatuku yang jebol di kota cipanas.
Di dalam angkot itu aku juga bersama beberapa orang lagi sebagai penumpangnya. Tapi ada satu keluarga yang menjadi penumpang angkot tersebut yang membuatku tertarik. Tampaknya mereka adalah orang baru sama sepertiku yang baru tiba di kota cipanas ini tapi bedanya aku sudah sekitar dua minggu tinggal disana. Mereka tampak bingung melihat hujan yang begitu lebatnya. Sang supir angkot yang masih muda itu pun menyadari kebingungan mereka dan bertanya.
"Mau turun dimana bu pak?"
"Saya mau nganterin anak-anak saya masuk ke pesantren mang"? kata sang ibu yang menjawab.
"Pesantren apa ibu"?
"Pesantren ....... (aku lupa namanya) mang".
Kemudian setelah berpikir sejenak sang supir pun berkata kepada semua penumpangnya.
"Sekedap ya bapak ibu semua, kita antar dulu keluarga ini sebentar."
Kita semua pun mengangguk setuju dengan niat supir angkot tersebut. Maka angkot itu pun berbelok arah menyesuri jalan rumahan yang sempit untuk mengantar keluarga itu.
Aku pun berfikir betapa mulianya hati supir angkot ini. Dia masih muda, bahkan mungkin lebih muda dia daripada diriku. Mungkin yang ia lakukan adalah suatu yang kecil, tapi itu adalah amalan yang besar di hadapan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar